Fiqih Shalat Tahajud secara Umum

Fiqih Shalat Tahajud secara Umum

Dalam Islam tentu sudah mengenal dengan istilah shalat tahajud dimana pengerjaannya hanya diperbolehkan pada malam hari utamanya di sepertiga waktu terakhir. Ibadah ini merupakan salah satu sunnah yang pelaksanaannya juga diatur dalam ilmu fiqih.

Fiqih Shalat Tahajud secara Umum
Fiqih Shalat Tahajud secara Umum

Secara umum, shalat tahajud dikerjakan di waktu malam dengan utamanya di sepertiga waktu terakhir menjelang subuh. Mengenai tata cara dan bacaan secara lengkap bisa dipelajari melalui Media Pelajaran Fiqih Online. Berikut informasi singkat mengenai ibadah tersebut:

1. Dikerjakan Setelah Tidur Malam
Pengerjaan tahajud ialah di waktu malam hari dimana sebaiknya setelah tidur meski dalam waktu singkat. Hal ini agar membedakan antara ibadah tersebut dengan pelaksanaan shalat Isya yang mana sama-sama saat sudah sempurna tenggelamnya matahari.
Dapat dikerjakan di sepertiga waktu pertama, kedua, dan ketiga di malam hari. Namun, paling utama adalah terakhir mendekati sholat Subuh. Ketiganya tentu tetap terhitung dalam rangkaian ibadah malam hanya bergantung pada kemampuan dalam mendirikannya.

2. Memiliki Banyak Keutamaan
Shalat tahajud dalam ilmu fiqih memiliki banyak keutamaan yang mana memotivasi umat Islam untuk mengerjakannya secara istiqomah. Tidak hanya menambahnya ganjaran atau pahala namun juga bisa meningkatkan keimanan karena bertambahnya kadar kegiatan ibadah.
Tak hanya itu, keutamaan shalat tahajud ialah mendekatkan diri pada Allah di kala waktu tersebut banyak digunakan oleh orang lain untuk tidur. Ganjaran akan dikabulkannya segala permintaan dan doa pun juga menjadi salah satu faedah dari ibadah ini.

3. Jumlah Shalat Tahajud
Rasulullah mencontohkan pengerjaan shalat tahajud tidak lebih dari 11 hingga 13 rakaat saja. Dimana pelaksanaannya terbagi menjadi dua maupun empat kemudian ditutup dengan pelaksanaan witir.
Untuk itu, sebelum mengerjakan shalat tahajud harus mengetahui berbagai ilmunya termasuk tata cara, jumlah rakaat, hingga bacaannya. Hal ini tentu harus bersumber dari ajaran yang benar yakni Al-Quran dan sunnah Rasul dimana bisa dipelajari melalui ilmu fiqih.

Pelaksanaan shalat tahajud diyakini memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Bahkan ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan terutama jika memiliki banyak keinginan, harapan, dan lain sebagainya. Tentu saja harus dilakukan sesuai dengan ilmu fiqih.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang bacaan dan tata caranya juga bisa membaca buku karya ulama shahih.